BP3K Samigaluh Selalu Berbenah untuk Menjadi Yang Terbaik

Selasa, 08 April 2014

Panen Perdana

Panen Padi (Wiwitan) di Karang, Gerbosari, Samigaluh

 Panen Padi Perdana oleh Pejabat

      Pada hari sabtu tanggal 5 April 2014 telah dilaksanakan kegiatan panen padi (Wiwitan) di lokasi kelompok tani Guyub, Karang, Gerbosari, Samigaluh. Panen padi ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Sumber Daya Alam Kabupaten Kulon Progo, Triyono, S.IP, M.Si.; Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Ir. Bambang Tri Budi Harsono; Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Ir.Maman Sugiri, dan Camat Samigaluh Drs.Wahyu Pujianto. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan pemotongan padi perdana oleh keempat pejabat tesebut di atas.

     Panen padi dilaksanakan dengan tujuan memberikan informasi hasil produksi padi di lokasi Sekolah Lapang - Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL - PTT) kelompok tani Guyub seluas . Pada SL - PTT padi ini digunakan jenis padi Sidenuk (Inpari 21) yang diberikan perlakuan Legowo 4 : 1, tanam muda, tanam dangkal, tanam 1 - 2 batang per tancep, umur 10 - 15 hari dan Pengamatan Hama Terpadu (PHT). Acara ini turut mengundang seluruh kelompok tani di wilayah kecamatan Samigaluh yang juga melakukan SL - PTT padi sehingga bisa membandingkan hasil ubinan dan potensi hasil panen dari tiap - tiap kelompok dengan hasil di kelompok Guyub.

    Hasil ubinan di kelompok Guyub setelah dihitung bisa mencapai rata - rata 8 kg per ubinan luasan 2,5 x 2,5 m2 dengan potensi hasil  12,8 Ton/Ha gabah kering panen (GKP). Hasil perhitungan ubinan juga memberikan hasil jumlah batang per rumpun sejumlah 20 batang dan satu bulir padi sejumlah 210 butir gabah. Hasil panen ini jika dikonversikan menjadi Gabah kering Giling (GKG) menjadi 5 Ton/ Ha. Dalam kesempatan ini juga disampaikan arahan dari  bupati kulon Progo melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan SDA dan Kepala KP4K dan dilanjutkan sesi tanya jawab dengan kepala dinas Pertanian dan Kehutanan.

Jumat, 11 Oktober 2013

Mina Padi

Penebaran Ikan Nila Program Mina Padi 
di Pokdakan Mino Galas, Kedungrong, Samigaluh
(Oleh : Penyuluh Perikanan)


Pada tanggal 10 Oktober 2013 telah dikirimkan dan ditebarkan benih ikan nila sejumlah 100.000 ekor di lokasi kolam sawah milik Pokdakan Mino Galas, desa Purwoharjo, kecamatan Samigaluh, kabupaten Kulon Progo. Ikan Nila tersebut dikirim dengan kendaraan pick up dalam kemasan plastik berisi 1400 sampai 1450 benih ikan dalam 70 kantong plastik beroksigen. Kiriman sampai di kedungrong pada pukul 11.00 WIB dan segera didistribusikan ke sawah anggota kelompok dengan sebelumnya telah dilakukan perhitungan sampel pada beberapa plastik wadah ikan.
Kemudian anggota Pokdakan segera menaruhnya di sawah karena kuatir oksigen dalam plastik akan mengempis jika menunggu tebar sampai sore hari. Akhirnya pada pukul 12.00 WIB, semua wadah plastik telah dikirim ke petak sawah anggota dan segera ditebarkan. Pada saat tebar inilah terlihat jumlah ikan yang mati dari satu wadah plastik hanya sekitar 5 -10 ekor saja. Hal ini menunjukkan bahwa benih baik karena tingkat kematian hanya 0,6%, namun untuk pembuktian kekuatan benih dapat dilihat pada seminggu setelah penebaran mengingat waktu tebar yang tepat siang hari akan memingkatkan resiko kematian benih. Sebenarnya pembudidaya ikan yang ikut serta dalam Pokdakan Mino Galas juga mengetahui hal tersebut namun karena mengingat kekuatiran akibat mengempisnya oksigen dalam wadah plastik maka ikan segera ditebar.

 Penebaran Oleh Ketua Pokdakan Mino Galas

Menurut ketua Pokdakan, Rejo Andojo, sepertinya waktu tebar tidak akan menjadi masalah karena air di sawah mengalir sehingga ikan bisa memilih sendiri lingkungan yang tepat. Apalagi nantinya air di sawah akan ditinggikan sehingga air akan lebih hangat dan cocok untuk tumbuh ikan. Ketua Pokdakan juga menyampaikan ada kemungkinan benih akan beresiko akan terganggu karena banyak burung "kontul" yang ada di lingkungan sawah. 
Penjelasan dari Anggota Pokdakan Mino Galas

Selanjutnya juga disampaikan oleh anggota Pokdakan, Suryadi, bahwa ikan yang cocok dan cepat tumbuh untuk kegiatan mina padi adalah tombro berdasarkan pengalamannya melakukan mina padi di daerah Temanggung. Apalagi menurutnya, perilaku nila yang selalu mengikuti arah air mengalir beresiko membuat ikan keluar dari lingkungan sawah menuju perairan umum. Disampaikan juga bahwa dalam mina padi harus dilakukan pengontrolan setiap hari terutama setelah satu bulan karena lingkungan sawah yang terbuka rentan terganggu oleh kepiting, hewan lain (regul), kontul, kejadian alam (longsor, rusak/jebol talud) dan terutama manusia (RD)

Prasertifikasi Lahan Perkebunan 2013

Pertemuan Sosialisasi Pra Sertifikasi Lahan Perkebunan Tahun 2013
di Balai Desa Ngargosari Samigaluh
(Oleh : Penyuluh)

Pertemuan Sosialisasi Pra - Sertifikasi Lahan Perkebunan tahun 2013 dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 10 Oktober 2013 di Balai Desa Ngargosari, kecamaatan Samigaluh, Kulon Progo. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Kab. Kulon Progo, BPN Kulon Progo, Seksi Perkebunan Dinas Kabupaten, P3D Pertanian Samigaluh, Koordinator BP3K Samigaluh dan Perangkat Desa dengan mengundang masyarakat desa Ngargosari. Acara ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat desa Ngargosari bahwa pada tahun 2013 akan dilaksanakan kegiatan pra sertifikasi lahan perkebunan di wilayah samigaluh yang diperuntukkan untuk lahan perkebunan yang belum memiliki sertifikat tanah.
Kepala seksi perkebunan Kab. Kulon Progo, Haryoto, menyatakan bahwa lahan yang ikut dalam pra sertifikasi di tahun 2013 adalah lahan yang akan disertifikasi pada tahun 2014 atau tahun - tahun berikutnya. Jumlah lahan yang akan disertifikasi berjumlah 100 bidang di seluruh kecamatan Samigaluh yang 50 bidang diantaranya dialokasikan di desa Ngargosari. Syarat utama lahan bisa diikutsertakan dalam prasertifikasi ini adalah harus lahan perkebunan dan tidak boleh dialihfungsikan ke peruntukan lahan lain.
Suasana Sosialisasi Pra Sertifikasi Lahan Perkebunan tahun 2013

Perwakilan dari BPN Kabupaten Kulon Progo, Sobirin, menyatakan bahwa program ini disesuaikan dengan lokasi Samigaluh yang berbukit - bukit dengan kelerengan lebih dari 40% yang cocok utnuk difungsikan sebagai kawsan lindung bukan lahan pemukiman. Lahan di Samigaluh harus mempunyai fungsi lindung untuk mengurangi bencana tanah longsor sehingga tanah tetap aman dan subur sehingga fungsi pertanian menjadi optimal. Sobirin mengungkapkan tiap satu orang pemohon hanya bisa mengajukan lahan untuk disertifikasi maksimal 2 bidang saja batasan luasan maksimal 2 hektar. Syarat - syarat yang harus dikumpulkan oleh pemohon sertifikat dalam masa pra - sertifikasi ini adalah fotokopi KTP dan KK yang dilegalisasi pemerintah,Surat Pernyataan Bersedia Tidak Mengalihkan Fungsi Lahan bermaterai, Surat Keterangan Kepemilikan Hak atas Tanah, Surat Keterangan untuk Tanah Adat, dan lain - lain. Syarat utama pemohon untuk sertifikasi juga harus merupakan anggota kelompok tani yang tempat tinggal dan tanah yang akan disertifikasi terletak di satu kecamatan atau bisa dari kecamatan lain namun jarak maksimal tempat tinggal dan lahan perkebunan sejauh 7 kilometer.
Pada tahun 2013 ini total target sertifikasi lahan di Kulon Progo telah mencapai 450 bidang untuk pertanian dan 6.500 bidang untuk lahan umum. Karena jumlah yang cukupbanyak itu maka sertifikasi lahan akan berjalan sesuai anggaran tahun berjalan sehingga tidak semua lahan prasertifikasi bisa segera disertifikasi pada tahun 2014.Kelengkapan data pada saat prasertifikasi harus lengkap dan akan dibuat kelompok kerja (Pokja) yang akan mengurus di tingkat desa. Biaya pensertifikatan ini juga tidak gratis namun pemohon juga harus mengeluarkan dana untuk pematokan, saksi batas tanah, materai, biaya konsumsi petugas ukur, dan biaya daftar tanah dan lain -lain. Agar tidak terjadi masalah maka Satker/Pokja akan ditunjuk dari pemerintah desa yang telah biasa mengurusi pensertifikatan lahan di program Prona (RD)

Jumat, 04 Oktober 2013

Manunggal Fair 2013




Seluk Beluk Manunggal Fair 2013
Ruang Pamer Produk Kecamatan Samigaluh
(Oleh : Tim BP3K Samigaluh)

Manunggal Fair adalah salah satu acara pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebagai sarana pengenalan produk masyarakat. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 27 September sampai dengan 6 Oktober 2013 bertempat di sekitar alun – alun kota Wates. Pemerintah daerah menyediakan banyak ruang pamer untuk masyarakat Kulon Progo yang ingin ikut serta dalam Manunggal Fair. Ruang pamer tersebut disediakan untuk instansi pemerintah, kecamatan, pihak swasta maupun masyarakat umum yang telah mendaftarkan pada panitia Manunggal Fair.
Salah satu ruang pamer di Manunggal Fair ditempati oleh kecamatan Samigaluh dengan tanggung jawab sepenuhnya diserahkan pada BP3K Samigaluh. Ruang pamer kecamatan Samigaluh yang memiliki luas 9 m2 ini berisi produk – produk hasil pertanian baik hasil segar maupun olahan yang berasal dari Samigaluh. Beberapa contoh hasil pertanian adalah bermacam umbi – umbian (suweg, gembolo, gembili,dll), bermacam keripik dari bahan lokal (daun pegagan,ubi ungu,singkong,jagung ,dll), gula aren, benih tanaman, bunga krisan, kerajinan topeng, dan masih banyak lainnya. Pameran yang akan berlangsung selama 9 hari ini diharapkan dapat memberikan pendapatan bagi masayarakat yang menjual produknya, tidak terkecuali produk dari kecamatan Samigaluh.
 
Produk Pupuk Kelompok Ternak Samigaluh

Dalam rangka mengisi ruang pamer ini, BP3K kecamatan Samigaluh menggandeng forum Kelompok Wanita Tani (KWT) se – kecamatan Samigaluh untuk bekerjasama. Forum KWT Samigaluh yang diketuai oleh Asih Istikomah telah mampu menghasilkan produksi olahan pangan dari bahan baku lokal seperti umbi – umbian dan dedaunan yang diolah menjadi keripik. Sampai tanggal 2 Oktober 2013 jumlah pendapatan yang diperoleh dari ruang pamer adalah sejumlah Rp.1.500.000,- yang sebagian kecil  akan jadi pemasukan bagi forum KWT Samigaluh setelah Manunggal Fair berakhir. (RD)